MODEL PEMASARAN STP (Segmentation, Targeting & Positioning)
Apa itu pemasaran STP dan apa perannya dalam meningkatkan bisnis pemasaran yang sedang kita jalani ya? Kami melihat kerangka Segmentasi, Penargetan, Pemosisian yang bisa di terapkan pada saat kita berbisnis.
Segmentasi penargetan positioning marketing adalah konsep inti dalam pemasaran modern. Tanpa itu, promosi pemasaran akan menjadi clasik dan biasa saja tidak adanya peningkatan atau tidak adanya pergerakan pasti dalam usaha kita.
Mari kita pahami seluk-beluk Model STP dan lihat bagaimana menerapkan sistem ini ke dalam bisnis eCommerce yang sedang kita jalani sehingga mendapat penghasilan yang luar biasa karena pemasaran sesuai dengan yang diharapkan.
Whait Is STP?
Pemasaran STP merupakan singakatan dari Segmentation, Targeting, and Positioning.
STP sendiri merupakan segmentasi pasar, dengan menargetkan segmentasi pelanggan yang terpilih sesuai dengan harapan kita sebagai pembisnis.
Pemasaran STP mewakili pergeseran dari pemasaran yang berfokus pada produk ke pemasaran yang berfokus pada pelanggan . Pergeseran ini memberi bisnis peluang untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang siapa pelanggan ideal kita sebagai pembisnis dan bagaimana cara menjangkau mereka. Singkatnya, semakin dipersonalisasi dan ditargetkan upaya pemasaran nya, maka semakin sukses nantinya.
Mari kita ringkas Model pemasaran STP?
Segmentasi + Penargetan Sama Dengan Posisi
Rumus ini dengan jelas menggambarkan bahwa setiap segmen memerlukan pemosisian dan bauran pemasaran yang disesuaikan untuk memastikan keberhasilannya.
Segementation
Langkah awal model pemasaran STP adalah Segmentasi. Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar menjadi subset konsumen dengan kebutuhan atau karakteristik umum. Setiap subset mewakili kelompok konsumen dengan kebutuhan bersama yang berbeda dari yang dimiliki oleh grup lain.
Empat jenis utama segmentasi audiens meliputi:
- Segmentasi geografis : Mendalami audiens berdasarkan negara, wilayah, negara bagian, provinsi, dll.
- Segmentasi demografis : Membagi audiens berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis kelamin, dll.
- Segmentasi perilaku : Membagi audiens berdasarkan cara mereka berinteraksi dengan bisnis: Apa yang mereka beli, seberapa sering mereka membeli, apa yang mereka telusuri, dll.
- Segmentasi psikografis : Membagi audiens berdasarkan “siapa” pelanggan potensial seperti : Gaya hidup, hobi, aktivitas, pendapat, dll.
Targeting
Langkah kedua model pemasaran STP adalah Tageting atau penargetan. Target market yaitu satu atau beberapa segmen pasar yang akan menjadi fokus
kegiatan pemasaran. Kadang-kadang targeting juga disebut selecting karena marketer
harus menyeleksi. Menyeleksi disini berarti marketer harus memiliki keberaniannya pada
beberapa bagian saja (segmen) dan meninggalkan bagian lainnya.
Ada empat kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang
optimal:
1. Responsif
Pasar sasaran harus responsif terhadap produk dan program: pemasaran yang
dikembangkan. Contoh: Majalah Matra semua ditujukan untuk pria, bahkan menurut
survei yang responsive tidak hanya pria tetapi juga sejumlah wanita kelas menengah.
2. Potensi penjualan
Semakin besar pasar sasaran, semakin besar nilainya. Besarnya pasar tidak hanya dari
populasi, tetapi juga daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
3. Pertumbuhan memadai
4. Jangkauan media
Adakalanya marketer gagal menjangkau pasar karena tidak memiliki pengetahuan
yang baik tentang media planning dan karakter-karakter yang ada. Biasanya pemilihan
media massa diserahkan sepenuhnya kepada biro iklan yang terkadang tidak pas cara
penyampain.
Jenis-jenis Pasar Sasaran
1. Pasar sasaran jangka pendek
Pasar yang ada tekuni hari ini yang direncanakan akan dijangkau dalam waktu
dekat~tujuan menghasilkan penjualan dalam waktu dekat.
2. Pasar sasaran masa depan
Pasar tiga atau lima tahun dari sekarang. Mungkin harus mengubah produk, pasar
sasaran, menambah atau menguranginya.
Tujuannya :
- Mendeteksi dan memenuhi perubahan prioritas konsumen
- Mengatasi persaingan dan mencegah berimigrasinya konsumen kepada para
pesaing.
3. Pasar sasaran primer
Pasar primer adalah sasaran utama produk tersebut.
Heavy user (pemakai fanatik) ~ jumlah tidak banyak tapi banyak mengkonsumsi
produk tersebut dalam jumlah yang besar.
Para distributor utama yang menguasai 80% firm penjualan firm.
4. Pasar sasaran sekunder
Pasar yang terdiri dari konsumen- konsumen yang sering tidak dianggap penting tetapi
jumlahnya cukup besar. Meski tidak begitu penting hari ini, pasar ini tidak dapat
dilupakan karena :
- Konsumen memerlukan waktu untuk mengkonsumsi lebih banyak.
Mungkin hari ini mereka belum terbiasa, belum mempunyai kebutuhan yang
mendesak atau belum memiliki daya beli yang cukup kuat untuk menjadi
konsumen primer. Tapi suatu saat konsumen sekunder bisa menjadi konsumen
primer. Contoh : mahasiswa masuk dalam kategori ini untuk konsumsi majalah,
computer, software, buku-buku.
- Influencer
Konsumen sekunder tidak begitu penting tetapi dapat menjadi influencer yaitu
konsumen yang persuasif dan rela mempengaruhi orang tua untuk mengkonsumsi
mainan, makanan, hiburan dan lain-lain.
Positioning
Langkah terakhir dalam kerangka kerja ini adalah pemosisian, Positioning bukanlah strategi
produk tetapi strategi komunikasi, bagimana menempatkan produk dalam otak konsumen,
sehingga calon konsumen memiliki penilaian tertentu dan mengidentifikasikan dirinya
dengan produk itu. Tentu saja bukan semua konsumen, tetapi konsumen yang ditargetkan
tadi. Lalu untuk mendapatkan positioning bagaimana caranya ya?
1. Positioning berdasarkan perbedaaan produk. Marketer dapat menunjukkan kepada
pasarnya dimana letak perbedaan produknya terhadap pesaing.
2. Positioning berdasarkan manfaat produk. Kemudahan, waktu, kejelasan, kejujuran,
kenikmatan, murah, jaminan.
3. Positioning melalui imajinasi. Menggunakan imajinasi seperti: tempat, orang, benda-
benda, situasi.
Contoh:
- Marlboro diasosiasikan dengan Koboy AS
- Sabun Lux diasosiasikan dengan artis
- Sepatu Nike diasosiasikan dengan bintang olah raga
- Memposisikan Produk (Positioning Product)
Strategi posisi produk dapat dilakukan sebagai berikut:
- Memposisikan produk dalam hubungannya dengan pesaing
Contoh: Perusahaan ban B.F Goodrich Company mendayagunakan tema “kami adalah
produsen lainnya“ dalam iklannya. Strategi ini memposisikan produk jauh dari merk
pesaingnya, produk ban Good Year yang sarat dengan iklan.
- Memposisikan produk melalui atribut produk
Contoh: Pasta gigi Ciptadent menekankan pada perlindungan maksimum
Memposisikan produk melalui harga dan kualitas
Contoh: Toko-toko di Ratu Plaza Jakarta dikenal dengan barang dagangannya yang
berkualitas tinggi harga yang mahal. Kebalikan strategi ini adalah strategi harga obral
dengan kualitas yang tidak begitu tinggi.
- Memposisikan produk dalam hubungannya dengan kegunaan produk
Contoh: Penjualan perusahaan soda kue Arm & Hammer meningkat setelah
memposisikan kembali produknya sebagai bahan pemusnah bau yang efektif untuk
disimpan di lemari es.
- Memposisikan produk dalam hubungannya dengan pasar sasaran
Contoh: Untuk mengurangi penurunan penjualan, Johnson & Johnson memposisikan
kembali produk shampoo bayi untuk dipakai para ibu, bapak dan orang-orang yang
harus sering mencuci rambut
- Memposisikan produk dalam hubungannya dengan kelas produk..
Contoh: Perusahaan/produsen minuman kalengnya mencantumkan informasi nutrisi di
etiket kalengnya berkaitan dengan memposisikan produk dengan tema tanggung jawab
sosial.
Conclusion
Model Segmentation, Targeting and Positioning (STP) membantu kita memposisikan produk atau layanan untuk menargetkan kelompok pelanggan yang berbeda secara lebih efisien. STP adalah singkatan dari:
Segmentasikan pasar.
Targetkan konsumen terbaik.
Posisikan penawaran.
Pendekatan tiga langkah ini membantu kita dengan cepat memperbesar bagian bisnis yang paling menguntungkan, sehingga kita dapat sepenuhnya memanfaatkan peluang yang mereka tawarkan.
Untuk menggunakan model tersebut, mulailah dengan mensegmentasikan pasar kita ke dalam kelompok-kelompok. Selanjutnya, pilih mana yang ingin kita targetkan. Terakhir, kenali bagaimana kita ingin memposisikan produk kita , berdasarkan kepribadian dan perilaku target pasar kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar